SMA Kristen Mercusuar Kupang Terapkan Prisip Anti Kecurangan pada Ujian Nasional

  • SMA Kristen Mercusuar Kupang Terapkan Prisip Anti Kecurangan pada Ujian Nasional

    KBRN, Kupang : Pelaksaan Ujian Nasional tingkat SMA/SMK hari pertama di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (4/4/2016), terpantau berjalan aman dan lancar.

    Pantauan RRI, pelaksaan UN ini dipantau secara langsung oleh Gubernur NTT maupun Wali Kota Kupang di beberapa titik sekolah seperti di SMA Negeri 3 Kupang, SMA Katolik Geovani Kupang, SMK Negeri 1 Kota Kupang.

    Sementara itu, pantauan pelaksaan Ujian Nasional di SMA-SMK  lainnya termasuk SMA Kristen Mercusuar juga berjalan aman, dan mendapat penjagaan ketat baik dari Satuan Pengamanan Sekolah, Kepolisian maupun petugas pengawas silang.

    Kepada RRI, Kepala Sekolah SMA Kristen Mercusuar Kota Kupang, Drs. Soleman Dapa Taka, MA disela-sela penatuan pelaksaan UN hari pertama, Senin (04/04/2016) mengatakan, pelaksanaan ujian nasional di sekolah tersebut berjalan lancar, tanpa ada persoalan.

    Peserta ujian yang berjumlah 70 orang sudah berada di sekolah tepat pukul 07.00 WITA sebelum pelaksanaan pada pukul 08.00 WITA.

    “Puji Tuhan pelaksanan ujian hari pertama di sekolah kami ini, masih berjalan aman dan lancar, tanpa kendala apa pun. Ini yang kita harapkan, sehingga waktu pelaksanaan pada pukul 08.00 WITA  itu bisa berjalan tepat waktu. Kita juga memastikan bahwa, pelaksaan hari pertama belum ada persoalan yang menonjol dan menggang aktfitas ujian siswa-siswi yang mengikuti ujian hari pertama, hari ini,” ungkap Soleman Dapa Taka.

    Sementara terkait antisipasi kecurangan, pihaknya menegaskan, pelaksanaan Ujian di SMA Kristen Mercusuar selalu menerapkan prinsp anti kecurangan atau kebocoran soal, karena akan merugikan siswa-siswi sendiri.

    “Pelaksaan ujian nasional maupun ujian lainnya di wilayah sekolah ini, kita selalu menerapkan prinsip anti kecurangan pada setiap pelaksanaan ujian, baik ujian kelas, ujian sekolah bahkan terpenting adalah ujian nasional. Sehingga pengawasan yang kita lakukan juga pengawasan silang, tidak boleh pengawasan lurus. Jadi prinsipnya, UN di sekolah kita harus bebas dari kecurangan, karena yang rugi itu anak-anak sendiri,” tegasnya.

    Pihaknya yakin pula bahwa 70 siswa-siswinya akan melaksanakan U.N dengan baik tahun di tahun ajaran 2015-2016, karena persiapan mereka sudah sangat lama, sejak bulan September 2015, dengan melakukan les tambahan dua jam setiap hari.

    Sementara itu, jumlah keseluruhan siswa-siswi SMA-SMK di Kota Kupang sebanyak 7.154 yang saat ini mengikuti UN tahun 2016, sedangkan jumlah sekolah penyelenggara sebanyak 46 sekolah dengan 20 sekolah titipan.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Jerhans Ledoh di sela-sela pemantauan bersama Wali Kota Kupang, mengatakan, untuk tingkat SMA sebanyak 29 sekolah penyelenggara dengan 14 sekolah titipan dan jumlah siswa 4.864 orang siswa.

    Peserta ujian dibagi dalam 283 ruangan ujian diawasi 566 orang pengawas.

    Sedangkan tingkat SMK, kata Jerhans, ada 17 sekolah penyelenggaran dan enam sekolah titipan dengan jumlah siwa 2.290 orang.

    Para siswa peserta UN mengikuti ujian dibagi dalam 136 ruangan serta diawasi 272 orang pengawas.

    "Untuk tingkat SMA dan SMK tahun ini ada enam sekolah yang melaksanakan ujian berbasis kompetensi, yakni SMA Katolik Giovanni dan lima SMK negeri yakni SMK Negeri 1, 2, 3 , 4 dan SMKN 6 Kupang. Untuk ujian berbasis kompetensi, pihak sekolah sudah bekerja sama dengan PT PLN dan Telkom untuk menyediakan pasokan arus listrik dan sistem jaringan internet yang mendukung keberhasilan pelaksanaan UN berbasis komputer. Kalau tahun lalu hanya ada satu sekolah tapi tahun ini sudah enam sekolah. Sekolah yang UN berbasis komputer telah menyiapkan siswa degan cara pengenalan perangkat komputer dan try out serta simulasi," jelasnya.

    Sekolah penyelenggara UN berbasis komputer juga mempersiapkan generator listrik cadangan dengan tenaga operator untuk mengantisipasi pemadaman listrik saat pelaksanaan ujian di sekolah.

    Untuk pengawas, lanjutnya, akan dilakukan silang sekolah dan silang mata pelajaran

    "Semua naskah ujian telah diterima sejak H-4 dan saat ini tempat penyimpananya, yakni di posko sudah dijaga oleh petugas keamanan. Untuk tingkat SMA posko berada di SMAN 3 Kupang. Sedangkan tingkat SMK di SMKN 1 Kupang," ujarnya.

    Kadis P dan K Kota Kupang juga mengungkapkan, pada tahun ini total peserta UN dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK dan peserta ujian paket A, B dan C sebanyak 22.119 orang dari 232 sekolah penyelenggara UN ditambah 60 sekolah titipan. Jumlah ruangan 1.255 ruangan yang diawasi 2.510 pengawas.

    Diharapkan, agar hasil UN tahun ini di Kota Kupang bisa lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

    Sementara itu, Wali Kota Kupang Jonas Salean mengingatkan dan menegaskan kepada pengawas ujian dan para kepala sekolah tetap mengawasi secara ketat pelaksaan Ujian Nasional, agar Kota Kupang tidak tercoreng jika ada pemberitaan adanya kecurangan pelaksaan Ujian di Daerah ini. (AT/HF)